Chula Link Scholarship

A*STAR ACIS Scholarship: Beasiswa Riset Singapore untuk Kandidat Indonesia

Daftar Isi

Artikel ini membahas A*STAR Computing and Information Science (ACIS) Scholarship secara lengkap, mulai dari siapa yang bisa mendaftar, benefit spesifik dengan nominal real, proses seleksi, service commitment yang perlu kamu pahami sejak awal, hingga perbandingannya dengan beasiswa Singapore lain yang lebih umum dikenal.

Kalau kamu sedang riset beasiswa PhD dan nama A*STAR belum pernah muncul di daftarmu, kamu tidak sendirian. Kebanyakan orang Indonesia yang mengincar Singapore langsung melompat ke NUS Fellowship atau beasiswa pemerintah lainnya, padahal A*STAR punya program riset doctoral yang dari sisi nominal stipend masuk dalam jajaran tertinggi di Asia untuk mahasiswa internasional.

 

Apa Itu A*STAR ACIS Scholarship?

A*STAR Computing and Information Science (ACIS) Scholarship adalah program beasiswa PhD yang dikeluarkan oleh Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) Singapore. 

Dirancang untuk menarik kandidat terbaik di bidang komputasi dan ilmu informasi untuk menghasilkan riset berdampak tinggi di laboratorium dan institusi riset kelas dunia.

Program ini dikelola oleh A*STAR Graduate Academy dan berafiliasi langsung dengan universitas-universitas otonom Singapore yaitu NUS, NTU, SMU, SUTD, SIT, dan SUSS. 

Artinya penerima beasiswa ini secara resmi terdaftar sebagai mahasiswa PhD di salah satu universitas tersebut, bukan hanya sebagai researcher di laboratorium A*STAR.

 

Siapa yang Bisa Mendaftar?

Di sinilah banyak kandidat Indonesia langsung tereliminasi tanpa sadar. Untuk mendaftar ACIS, kamu harus sudah belajar atau sedang belajar di salah satu universitas otonom Singapore. Ini syarat yang sangat spesifik dan sering tidak dibaca dengan teliti.

Artinya program ini memang bukan untuk fresh graduate Indonesia yang sama sekali belum pernah atau tidak sedang kuliah di Singapore. 

Ada dua profil kandidat yang eligible:

  • Pertama, kalau kamu saat ini sedang menempuh studi S1 atau S2 di NUS, NTU, SMU, SUTD, SIT, atau SUSS, kamu langsung eligible dan bisa mendaftar kapan saja, bahkan di tengah studi (mid-term application).
  • Kedua, kalau kamu baru akan mendaftar ke salah satu universitas otonom Singapore untuk program PhD, kamu bisa mengajukan aplikasi beasiswa dan aplikasi universitas secara bersamaan tanpa harus menunggu admission letter terlebih dahulu. Yang tidak bisa mendaftar adalah mereka yang tidak memiliki rencana sama sekali untuk studi di universitas otonom Singapore, baik sekarang maupun ke depan.

Persyaratan akademik lainnya:

  • Minimal gelar Second Upper Class Honours atau setara di bidang yang relevan dengan Computing and Information Science
  • Minat kuat untuk berkarier di riset industri R&D, tech enterprises, atau akademisi
  • GRE opsional tapi bisa memperkuat profil
  • Semua kewarganegaraan diterima

 

Benefit ACIS: Angka yang Perlu Kamu Tahu

Stipend bulanan untuk mahasiswa internasional adalah sekitar Rp 54 juta per bulan. Ini bukan angka yang biasa untuk beasiswa doktoral di Asia.

Komponen Benefit

Detail

Biaya kuliah Full tuition coverage sampai empat tahun PhD
Stipend bulanan sekitar Rp 54 juta per bulan
Book allowance Untuk pembelian buku dan materi akademik
Computer allowance Untuk kebutuhan perangkat penelitian
Conference allowance Presentasi di konferensi internasional
Thesis allowance Untuk biaya persiapan dan pengajuan tesis
Overseas attachment Hingga 12 bulan research attachment di luar Singapore
Post-doc pathway Eligible untuk A*STAR International Fellowship: hingga 2 tahun post-doc funding di laboratorium top dunia

 

Satu Hal yang Harus Kamu Pahami Sebelum Mendaftar: Service Commitment

Ini yang paling sering diabaikan karena terkesan seperti detail teknis, padahal implikasi jangka panjangnya sangat nyata.

Untuk non-Singaporeans termasuk WNI, ada kewajiban bekerja selama tiga tahun di perusahaan berbasis Singapore setelah lulus, tanpa terikat pada perusahaan spesifik manapun. Bidang kerjanya sebaiknya relevan dengan CIS.

Berarti tiga tahun pertama setelah doktor kamu akan dihabiskan di Singapore, bukan di Indonesia. Bagi sebagian orang ini justru nilai tambah karena Singapore adalah hub teknologi regional yang membuka koneksi ke industri global. Bagi yang punya rencana langsung pulang dan berkarier di Indonesia, ini perlu dikalkulasi dengan matang sebelum mendaftar.

 

Bidang Riset yang Relevan

ACIS bukan untuk semua bidang computing. Program ini secara spesifik menargetkan riset di artificial intelligence, data science, dan computational technologies yang berkaitan dengan tantangan nyata di berbagai sektor industri.

Area riset yang paling aktif dibiayai meliputi : 

  • machine learning dan deep learning
  • natural language processing
  • computer vision
  • Cybersecurity
  • bioinformatics dan computational biology
  • data analytics
  • human-computer interaction.

 

Perbandingan ACIS vs Beasiswa Singapore Lain

Aspek A*STAR ACIS NUS Research Scholarship Singapore Government Scholarship
Jenjang PhD  PhD  S1/S2/PhD
Stipend internasional Sekitar 54 Juta Rupiah Sekitar 37 Juta Rupiah  Bervariasi
Service bond 3 tahun di Singapore Tidak Ada  Tergantung program
Fokus bidang CIS spesifik Semua Bidang Semua bidang

 

Langkah Mendaftar dari Indonesia

  • Pertama, konfirmasi bahwa kamu saat ini atau pernah terdaftar di universitas otonom Singapore. Kalau belum, proses penerimaan ke universitas harus dilakukan lebih dahulu atau bersamaan. 
  • Kedua, kunjungi a-star.edu.sg dan pelajari daftar supervisor serta proyek riset yang tersedia. Identifikasi yang paling relevan dengan minat risetmu. 
  • Ketiga, hubungi calon supervisor secara langsung untuk mendiskusikan kesesuaian penelitian sebelum mendaftar secara formal. 
  • Keempat, siapkan research proposal yang kuat, transkrip nilai, CV akademik, dan minimal dua surat rekomendasi. 
  • Kelima, submit aplikasi online melalui portal A*STAR dalam periode yang aktif.

 

Mulai dari Dokumen Beasiswamu, ElevaU Bantu dari Sisi IELTS

Beasiswa sebesar ini butuh persiapan yang tidak bisa dikerjakan dalam seminggu. Dua hal yang paling sering menjadi penghambat adalah research proposal yang belum tajam dan sertifikat bahasa Inggris yang skornya belum cukup kuat untuk meyakinkan committee seleksi.

Untuk sisi bahasa Inggris, NUS dan NTU sebagai universitas otonom mitra ACIS mensyaratkan IELTS Academic minimal 6.5 hingga 7.0 tergantung program. Kalau skor IELTS-mu belum di sana, itu yang harus diselesaikan lebih dulu.

ElevaU memiliki program IELTS Intensive + AI Companion yang dirancang khusus untuk kamu yang ingin naik band dalam waktu singkat, dilengkapi AI tracking untuk memantau perkembangan setiap skill. 

Ada juga program Exclusive 1-on-1 untuk yang ingin pendampingan personal lebih intensif. Semua program dilengkapi garansi skor 7.0. Ceritakan targetmu ke tim ElevaU lewat WhatsApp dan kita tentukan program yang paling efisien untuk posisimu sekarang.

 

 

CTA banner kursus IELTS persiapan beasiswa

Rekomendasi

Related Program