Artikel ini membahas cara memanfaatkan ChatGPT untuk persiapan IELTS secara efektif dan mandiri. Dimulai dari memahami apa itu ChatGPT, peran konkretnya dalam belajar IELTS, skill mana saja yang bisa dilatih, hingga contoh prompt yang bisa langsung dicoba. Di akhir, kamu juga akan mendapat rekomendasi cara menggabungkan ChatGPT dengan latihan agar skor IELTS-mu benar-benar meningkat.
Apa Itu ChatGPT
ChatGPT adalah kecerdasan buatan berbasis bahasa yang dikembangkan oleh OpenAI. Secara sederhana, ini adalah program komputer yang bisa memahami dan membalas teks dalam bahasa manusia dengan cara yang sangat natural. Kamu bisa mengajukan pertanyaan, meminta penjelasan, atau bahkan minta ChatGPT berperan sebagai seseorang, misalnya sebagai penguji IELTS.
ChatGPT dilatih menggunakan miliaran teks dari internet, buku, dan berbagai sumber lainnya, sehingga ia punya pemahaman yang luas soal tata bahasa, kosakata, gaya penulisan, hingga konteks budaya. Itulah kenapa ChatGPT sangat berguna untuk latihan bahasa Inggris, termasuk untuk persiapan IELTS.
Saat ini, ada banyak platform serupa yang juga bisa digunakan untuk belajar bahasa, seperti Claude dari Anthropic atau Gemini dari Google. Semuanya bekerja dengan prinsip yang hampir sama: kamu ketik pertanyaan atau instruksi, dan AI-nya akan merespons. Yang membedakan adalah kualitas pemahaman konteks dan kemampuan memberikan feedback yang detail, di mana ChatGPT sudah cukup terbukti membantu untuk persiapan tes seperti IELTS.
Kalau kamu sedang mencari berbagai platform dan website untuk belajar IELTS, ChatGPT bisa jadi salah satu pilihan utama yang gratis dan fleksibel.
Peran ChatGPT dalam Persiapan IELTS
ChatGPT memang bukan pengganti kelas atau buku IELTS. Tapi kalau dipakai dengan tepat, dia bisa jadi asisten belajar yang praktis, tersedia 24 jam, siap bantu latihan, dan nggak capek ngoreksi tulisan kamu berkali-kali.
Beberapa peran utama ChatGPT dalam persiapan IELTS antara lain:
- Sebagai alat latihan
Bisa diminta membuat soal latihan, simulasi Speaking Part 1-3, atau teks untuk latihan Reading dan ide topik Writing. - Sebagai pemberi feedback
Membantu mengoreksi esai Writing, memberi komentar berdasarkan kriteria IELTS (task response, coherence, vocabulary, grammar), dan menunjukkan area yang perlu diperbaiki. - Sebagai alat eksplorasi bahasa
Bisa ditanya soal sinonim, idiom, kolokasi, parafrase, hingga penjelasan grammar yang masih membingungkan.
Supaya hasilnya maksimal, kamu juga perlu tahu cara memberi instruksi yang jelas dan spesifik. Semakin detail prompt yang kamu tulis, semakin relevan dan membantu respons yang dihasilkan.
Bagi kamu yang sedang bersiap diri karena ada target beasiswa tertentu, penting juga untuk memahami berapa skor IELTS yang dibutuhkan untuk berbagai jenis beasiswa agar latihan kamu lebih terarah dari awal.
Skill IELTS yang Cocok Dibantu ChatGPT
Enggak semua bagian IELTS bisa dilatih secara optimal dengan ChatGPT. Ada yang sangat cocok, ada yang butuh pendekatan tambahan. Berikut ini gambaran lengkapnya.
1. Writing (Paling Cocok)
Writing adalah skill yang paling cocok dilatih dengan bantuan ChatGPT. Kamu bisa mengirimkan esai dan meminta feedback langsung berdasarkan empat kriteria penilaian IELTS: Task Achievement, Coherence and Cohesion, Lexical Resource, dan Grammatical Range and Accuracy. ChatGPT bisa membaca keseluruhan tulisan dan memberikan komentar yang cukup terperinci.
Untuk Writing Task 1, kamu bisa meminta ChatGPT membantu membuat outline atau mengecek apakah kamu sudah mendeskripsikan grafik, tabel, atau diagram dengan tepat sesuai standar IELTS. Untuk Writing Task 2, ChatGPT sangat berguna untuk latihan brainstorming dan pengembangan argumen.
2. Speaking (Cocok untuk Menambah Kosakata)
Untuk speaking, ChatGPT bisa menjadi lawan bicara atau penguji virtual. Kamu bisa meminta ChatGPT berperan sebagai examiner IELTS dan memberikan pertanyaan yang kamu jawab secara lisan, lalu mengetik kembali jawaban tersebut untuk dievaluasi. Meski ChatGPT enggak bisa mendengar suaramu secara langsung, cara ini tetap berguna untuk latihan struktur jawaban dan kosakata.
ChatGPT juga sangat membantu untuk memperkaya kosakata dalam topik speaking IELTS. Kamu bisa minta sinonim, idiom, atau ekspresi natural yang cocok untuk topik tertentu. Selain itu, untuk latihan Speaking Part 2 menggunakan cue card, ChatGPT bisa membantu kamu menyusun jawaban yang terstruktur dengan baik.
3. Reading (Cocok sebagai Alat Bantu Pemahaman)
Untuk reading, ChatGPT lebih berguna sebagai alat bantu pemahaman daripada alat latihan soal. Kamu bisa mengirim artikel akademik yang panjang dan meminta ChatGPT merangkum ide utamanya, menjelaskan kosakata yang sulit, atau membuat pertanyaan gaya IELTS berdasarkan teks tersebut. Ini membantu kamu membangun kebiasaan membaca teks akademik yang jadi andalan dalam tes IELTS.
4. Listening (Kurang Cocok)
Listening adalah skill yang paling sulit dilatih dengan ChatGPT karena ChatGPT berbasis teks. Salah satu trik yang bisa dilakukan adalah menggunakan transkrip dari podcast atau materi audio, lalu mengirimkannya ke ChatGPT untuk dianalisis. Kamu bisa minta ChatGPT membuat pertanyaan berdasarkan transkrip tersebut untuk mensimulasikan soal listening. Namun, untuk latihan listening yang sesungguhnya, kamu tetap perlu materi audio asli. Pastikan juga kamu tahu bagaimana format tes IELTS Listening secara keseluruhan sebelum memulai latihan.
Contoh Penggunaan ChatGPT untuk Latihan IELTS
Supaya lebih jelas, berikut ini beberapa contoh prompt konkret yang bisa langsung kamu coba di ChatGPT.
1. Contoh untuk Writing Task 2
Jangan cuman ketik “cek esai ini”, gunakan prompt yang lebih spesifik seperti: “Tolong evaluasi esai berikut berdasarkan kriteria IELTS Writing Task 2, khususnya untuk Grammatical Range and Accuracy dan Lexical Resource. Berikan skor perkiraan dan jelaskan bagian mana yang perlu diperbaiki.” Prompt seperti ini akan menghasilkan feedback berguna.
Kamu juga bisa menggunakan ChatGPT untuk berlatih brainstorming sebelum menulis. Misalnya: “Topik IELTS Writing Task 2 hari ini adalah soal pengaruh media sosial terhadap hubungan sosial. Bantu aku membuat outline esai dengan dua argumen untuk dan satu argumen kontra.” Teknik ini membantu kamu melatih kemampuan mengembangkan ide dengan cepat, yang sangat penting dalam tes sesungguhnya. Kalau kamu ingin mendalami lebih jauh, ada panduan khusus tentang teknik brainstorming untuk IELTS Writing yang bisa jadi referensi tambahanmu.
2. Contoh untuk Speaking
Untuk speaking, kamu bisa memulai dengan prompt: “Berperan sebagai examiner IELTS Speaking Part 1. Ajukan lima pertanyaan tentang topik hobi. Setelah aku menjawab setiap pertanyaan, berikan komentar singkat tentang kosakata dan tata bahasa yang aku gunakan.” Cara ini efektif untuk membiasakan diri dengan ritme sesi speaking IELTS.
Untuk memperbaiki pengucapan dan pelafalan yang tepat, ChatGPT bisa memberikan penjelasan tentang cara pengucapan kata-kata sulit. Meski begitu, kamu tetap perlu melatih pronunciation secara langsung dengan sumber yang tepat agar hasilnya optimal.
3. Contoh untuk Menulis Esai Lengkap
Setelah menulis esai, coba gunakan prompt seperti: “Tolong tulis ulang paragraf berikut agar lebih formal dan akademis, sesuai dengan gaya penulisan IELTS Writing Task 2 untuk mendapat band 7 ke atas.” Dengan membandingkan tulisan aslimu dengan versi yang diperbaiki AI, kamu bisa melihat secara langsung pola penulisan seperti apa yang dinilai lebih tinggi. Jangan lupa pelajari juga cara menulis esai IELTS Writing Task 2 yang benar sebelum meminta AI mengecek tulisanmu.
Kesalahan Saat Mengandalkan ChatGPT
ChatGPT memang alat yang sangat berguna, tapi ada beberapa jebakan yang perlu kamu hindari supaya latihan kamu tetap efektif. Ini adalah kesalahan menggunakan ChatGPT yang harus kamu hindari:
1. Mempercayai Semua Feedback ChatGPT Secara Mentah
Kadang ia bisa memberikan penilaian yang terlalu baik, atau sebaliknya, mengoreksi sesuatu yang sebenarnya sudah tepat. Selalu verifikasi feedback yang kamu terima dengan materi resmi Cambridge atau panduan penilaian IELTS yang sah.
Tapi. kalau kamu mau mendapatkan feedback yang lebih sesuai dan diperiksa oleh para pengajar yang berpengalaman, kamu bisa mengikuti IELTS Mock Up test di ElevaU!
2. Menggunakan ChatGPT untuk membuat esai, bukan untuk belajar
Banyak peserta yang tergoda untuk minta ChatGPT menulis esai yang “bagus”, lalu menghafal atau meniru tulisan itu. Pendekatan ini kurang membantu karena kamu enggak benar-benar memahami alasan di balik setiap pilihan kata dan struktur kalimat.
3. Mengabaikan latihan soal dari lembaga resmi
ChatGPT tidak bisa sepenuhnya mereplikasi kondisi tes IELTS yang sebenarnya, termasuk tekanan waktu dan format soal yang sudah distandarisasi. Misalnya, untuk bagian Listening, ada kesalahan-kesalahan spesifik yang sering dilakukan peserta dan daftar kesalahan yang sering terjadi saat tes IELTS Listening ini perlu kamu pelajari dari sumber yang tepat.
4. Menggunakan prompt yang terlalu umum
Kalau kamu hanya menulis “check this essay”, hasilnya akan sangat generik. Selalu spesifikasikan apa yang kamu minta, bagian IELTS yang sedang dilatih, kriteria yang ingin dinilai, dan level band yang ingin kamu capai.
Cara Mengombinasikan ChatGPT dengan Latihan Resmi
Latihan resmi adalah latihan dari sumber asli pembuat IELTS, misalnya buku Cambridge IELTS atau Official IELTS Practice Materials. Soal-soalnya mirip banget dengan ujian asli, jadi ini penting supaya kamu tahu format dan tingkat kesulitannya seperti apa.
Supaya hasil belajarnya maksimal, kamu bisa pakai cara ini:
1. Gunakan buku resmi untuk simulasi ujian asli
Kerjakan soal dari Cambridge dalam kondisi seperti tes sungguhan, pakai timer dan tanpa buka catatan. Ini melatih fokus, manajemen waktu, dan adaptasi dengan format soal yang sebenarnya.
2. Manfaatkan ChatGPT untuk review setelah latihan
Setelah selesai mengerjakan soal, kirim jawabanmu ke ChatGPT untuk minta feedback. Anggap ini sesi evaluasi supaya kamu tahu di mana letak kesalahan dan apa yang bisa diperbaiki.
3. Khusus Writing: cek dan bandingkan dengan kriteria penilaian IELTS
Setelah mengerjakan Writing Task 2 (dengan waktu terbatas), kirim esaimu ke ChatGPT untuk dinilai berdasarkan kriteria IELTS. Lalu, bandingkan lagi dengan band descriptor resmi supaya kamu tetap punya standar yang jelas.
4. Khusus Speaking: rekam, tulis, lalu evaluasi
Jawab pertanyaan cue card sambil direkam. Setelah itu, tulis ulang jawabanmu (transkrip) dan kirim ke ChatGPT untuk dianalisis. Cara ini jauh lebih efektif daripada cuma latihan dalam hati.
5. Pertimbangkan kursus terstruktur kalau perlu arahan lebih jelas
Kalau kamu merasa kombinasi belajar mandiri dan AI saja belum cukup, pertimbangkan untuk mengikuti kursus yang sudah terstruktur. Program kursus IELTS intensif yang tepat bisa memberikan bimbingan dari pengajar berpengalaman yang memahami detail penilaian IELTS secara mendalam.
6. Bangun konsistensi lewat latihan kecil setiap hari
Gunakan ChatGPT untuk hal-hal sederhana tapi rutin: belajar 2-3 sinonim baru, menulis satu paragraf lalu minta feedback, atau minta penjelasan grammar yang belum paham. Progress besar biasanya datang dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.
Salah satu bukti nyata bahwa latihan yang konsisten dan strategi belajar yang tepat bisa menghasilkan skor IELTS impian adalah perjalanan Gatha yang berhasil menjadi awardee LPDP. Pengalaman ini bisa jadi motivasi bahwa dengan cara belajar yang efektif, target skor kamu pun sangat mungkin tercapai.
Persiapan IELTS dengan Kombinasi AI dan Tutor Berpengalaman di ElevaU!
Kalau kamu mau persiapan IELTS yang nggak cuma sekadar ngerjain soal, tapi juga dapat arahan yang jelas dari tutor plus dukungan AI, di ElevaU ada IELTS Preparation Class yang bisa kamu sesuaikan dengan target skor dan jadwal belajarmu.
- Kelas Reguler
Cocok untuk kamu yang ingin belajar IELTS secara bertahap dengan jadwal fleksibel dan materi lengkap dari dasar hingga strategi ujian. - Kelas Fast Track
Dirancang untuk persiapan IELTS dalam waktu singkat dengan pembelajaran intensif dan fokus ke peningkatan skor. - Kelas Exclusive 1-on-1
Program personal dengan tutor khusus, materi disesuaikan dengan target skor dan kelemahan individu. - Kelas Skill Focused
Fokus pada skill tertentu saja seperti Writing atau Speaking, ideal untuk kamu yang ingin memperbaiki satu aspek spesifik IELTS. - IELTS Intensive + AI Companion
Program intensif untuk belajar semua skill IELTS dalam waktu singkat, dilengkapi AI Companion yang membantu tracking progres, evaluasi performa, dan rekomendasi latihan yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Yuk, konsultasikan dulu dengan Elmin. Chat admin sekarang untuk konsultasi gratis dan temukan program persiapan IELTS yang paling sesuai dengan kebutuhanmu!
