Artikel ini akan membahas perbandingan mendalam antara tes IELTS dan TOEFL mulai dari format ujian hingga tingkat kesulitan setiap skill. Pemahaman yang setengah-setengah sering kali membuat peserta salah memilih jenis tes yang berujung pada hasil skor yang tidak maksimal.
Kedua tes ini menjadi standarisasi penting untuk keperluan mendaftar universitas top dunia hingga mengajukan visa tinggal. Namun bagi Anda yang mengejar karier, perlukah sertifikat IELTS atau TOEFL untuk kerja di perusahaan Multinasional?
Banyak orang ragu dan bingung menentukan ujian mana yang jauh lebih sulit untuk dihadapi secara personal. Hal ini wajar terjadi karena setiap jenis ujian memiliki karakteristik dan sistem penilaian tersendiri.
Untuk itu, ElevaU akan mengupas tuntas perbedaan jenis pertanyaan dari setiap bagian kemampuan bahasa Inggris Anda. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini sampai tuntas!
Perbandingan IELTS dan TOEFL: Jenis Tes, Format, dan Sistem Penilaian
| Aspek | IELTS (International English Language Test System | TOEFL (Test of English as a Foreign Language) |
| Durasi | 2 jam 45 menit | 2 jam + 30 menit untuk proses check-in |
| Jenis Tes | Academic (untuk tujuan akademis), General Training (untuk tujuan bekerja atau imigrasi) | iBT (akademis) |
| Format Tes | Paper based test dan computer-based test | Internet-based test |
| Format Tes Speaking | Tatap muka dengan penguji, baik secara langsung maupun dengan video-call | Tidak tatap muka secara langsung. Test-taker merekam jawabannya sendiri |
| Aksen yang DIgunakan | Beragam, mulai dari aksen British, Australian, hingga Amerika Utara | Aksen Amerika Utara |
| Sistem Penilaian | Band 0-9. Setiap bagian akan dirata-rata ke dalam band tersebut. | Skor 0-120. Setiap bagian dinilai 0-30 lalu dijumlahkan. |
Setiap institusi dunia memiliki standar penerimaan nilai yang berbeda-beda tergantung pada tujuan regulasi wilayah mereka. Untuk menyelaraskan skalanya, Anda bisa membaca panduan Perbandingan Skor IELTS dan TOEFL dengan CEFR untuk kuliah.
Perbandingan Pertanyaan dalam Skill di TOEFL dan IELTS
Setelah membahas perbandingan umum dari IELTS dan TOEFL, ElevaU akan mengupas hal apa saja yang tidak ada di kedua tes ini. Soalnya, TOEFL dan IELTS punya perbedaan yang terlihat banget di jenis pertanyaannya, loh.
Jadi, ElevaU bakal membahas dari setiap part-nya, ya!
Listening:
| Aspek | IELTS | TOEFL |
| Durasi | 30 menit | 36 menit |
| Jumlah pertanyaan | 40 pertanyaan (4 bagian) | 28 pertanyaan (5 bagian) |
| Jenis Pertanyaan | Beragam, mulai dari pilihan ganda, mencocokkan jawaban, menjawab singkat, melengkapi kalimat, dll. | Hanya pilihan ganda. |
| Skor | 0-9 | 0-30 |
Berdasarkan tabel ini, hal yang tidak dimiliki oleh TOEFL adalah soal yang beragam, karena hanya terdiri dari pilihan ganda saja, nih. IELTS sendiri punya soal yang jauh lebih beragam, yang bisa menilai skill kamu lebih spesifik dalam listening!
Reading:
| Aspek | IELTS | TOEFL |
| Durasi | 60 menit | 35 menit |
| Jumlah pertanyaan | 40 pertanyaan (3 bagian) | 20 pertanyaan (2 penggalan teks) |
| Jenis Pertanyaan |
|
|
| Skor | 0-9 | 0-30 |
Sama dengan listening, soal TOEFL hanya berupa pilihan ganda dan teks yang diberikan juga tidak ada informasi visualnya. Hal ini berbeda dengan IELTS, yang pertanyaannya jauh lebih beragam. Teks yang diberikan pun memuat grafik, ilustrasi, dan lainnya.
Speaking:
| Aspek | IELTS | TOEFL |
| Durasi | 11-14 menit | 16 menit (30 detik untuk mempersiapkan, 1 menit untuk merespons) |
| Jumlah pertanyaan | 3 bagian | 4 tasks |
| Jenis Pertanyaan |
Format Speaking:
|
Format Speaking:
|
| Skor | 0-9 | 0-30 |
Perbedaan paling signifikan dari kedua ujian ini terletak pada jumlah bagian dan format interaksi pengujinya. Pada tes IELTS, Anda dituntut terbiasa berkomunikasi aktif dan menjawab pertanyaan spontan di hadapan penutur asli secara langsung.
Sementara pada sesi TOEFL, seluruh respon jawaban Anda akan dinilai berdasarkan rekaman audio komputer tanpa adanya interaksi dua arah. Jika ingin tahu lebih banyak seputar format wawancara, Anda bisa membaca Mengenal 3 Bagian IELTS Speaking: Panduan Lengkap dari Struktur Soal hingga Tips Jawaban.
Writing:
| Aspek | IELTS | TOEFL |
| Durasi | 60 menit | 29 menit |
| Jumlah pertanyaan | 2 tasks (tugas) | 2 tasks (tugas) |
| Jenis Pertanyaan |
|
|
| Skor | 0-9 | 0-30 |
Format pengerjaan esai pada kedua ujian kemampuan bahasa Inggris ini ternyata sangat bertolak belakang. IELTS mengharuskan Anda mahir menganalisis data visual terstruktur dan menyusun argumen tertulis secara logis.
Sedangkan TOEFL memiliki ciri khas berupa tugas terintegrasi yang memadukan kemampuan menulis dengan menyimak perkuliahan akademis. Anda wajib merangkum esensi perdebatan materi dari teks dan audio yang telah disediakan sebelumnya.
Bagian yang Paling Menantang di Tes IELTS dan TOEFL
Kedua jenis ujian ini tentu memiliki tingkat kesulitan dan tantangan uniknya masing-masing bagi para peserta. ElevaU akan menjabarkan poin-poin krusial yang paling sering menjadi hambatan utama dalam meraih skor impian.
1. Tantangan Durasi Ujian
Kedua jenis tes ini memiliki alokasi waktu pengerjaan yang cukup signifikan perbedaannya saat hari ujian berlangsung. Sesi tes IELTS berjalan selama 2 jam 45 menit, sedangkan TOEFL diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat yaitu 2 jam saja.
Durasi yang lebih panjang membuat ujian IELTS membutuhkan stamina tubuh dan konsentrasi mental yang jauh lebih prima. Oleh karena itu, Anda wajib menyiapkan strategi manajemen waktu yang matang agar tidak kelelahan di pertengahan sesi.
2. Tantangan Sesi Reading
Pada sesi IELTS Reading, Anda harus berhadapan dengan variasi instruksi soal seperti mencocokkan judul hingga melengkapi kalimat rumpang. Setiap tipe soal tersebut menuntut teknik membaca cepat (skimming dan scanning) yang berbeda-beda.
Di sisi lain, TOEFL Reading menyajikan teks akademis yang sangat panjang tanpa adanya bantuan ilustrasi visual sama sekali. Namun keuntungan utamanya adalah seluruh pertanyaan yang diajukan murni berbentuk pilihan ganda (multiple choice).
IELTS akan terasa lebih sulit jika Anda kurang fleksibel dalam beradaptasi dengan beragam model instruksi pengerjaan soal. Sebaliknya, TOEFL menjadi bumerang jika Anda mudah kehilangan fokus saat membaca narasi tulisan yang sangat padat.
3. Tantangan Sesi Listening
Sesi mendengarkan pada tes IELTS mengharuskan Anda mengisi 40 soal yang tersebar dalam empat bagian audio yang berbeda. Variasi soalnya sangat menantang dan percakapan didalamnya menggunakan ragam aksen internasional seperti British dan Australian.
Sementara itu, TOEFL Listening mengujikan jumlah soal yang lebih sedikit dengan tipe pilihan ganda yang seragam. Tantangannya terletak pada durasi audio yang relatif lebih lama dengan tempo bicara aksen Amerika Utara yang cepat.
IELTS menuntut ketelitian tinggi karena Anda harus menuliskan jawaban secara langsung sembari mendengarkan audio berjalan tanpa jeda. Sedangkan tantangan utama TOEFL terletak pada pemahaman istilah akademis murni serta kemampuan mencatat poin penting.
4. Tantangan Sesi Speaking
Ujian speaking pada IELTS menuntut Anda berbicara secara real-time langsung di hadapan seorang penguji asli. Pertanyaan yang diajukan bisa berkembang secara spontan melalui sesi tanya jawab interaktif di ketiga bagian tesnya.
Hal ini berbeda dengan TOEFL Speaking yang menggunakan sistem komputer untuk merekam seluruh respon suara Anda secara mandiri. Tantangan terbesarnya ada pada tugas terintegrasi (integrated task) yang mengharuskan Anda merangkum materi bacaan dan audio sekaligus.
5. Tantangan Sesi Writing
Sesi menulis pada tes IELTS dialokasikan selama 60 menit untuk menyelesaikan dua buah tugas penulisan esai yang terpisah. Anda ditantang menyajikan analisis data grafik secara akurat serta menyusun esai argumentatif yang memiliki struktur solid.
Sementara pada sesi TOEFL Writing, fokus utama penilaian terletak pada kelihaian menghubungkan dua sumber informasi yang berbeda. Anda wajib melatih kelihaian merangkum esensi teks bacaan dan rekaman kuliah akademis ke dalam satu tulisan yang padat.
Jadi, IELTS vs TOEFL: Lebih Susah yang Mana?
Secara garis besar, penentuan tingkat kesulitan kedua ujian ini sangat bergantung pada preferensi gaya belajar Anda pribadi. IELTS unggul bagi Anda yang menyukai variasi soal dinamis serta kenyamanan berinteraksi tatap muka dengan penguji manusia.
Sementara itu, TOEFL menjadi pilihan ideal bagi Anda yang terbiasa dengan format digital terintegrasi dan efisiensi sistem komputer. Jika Anda lebih condong memilih ujian berbasis teknologi terkini, pastikan Anda mempelajari panduan cara daftar IELTS Online 2026.
Persiapan yang matang akan membuat bayangan seram mengenai ujian bahasa Inggris ini sirna seketika dari pikiran Anda. Bersama ElevaU, Anda akan dibimbing langsung oleh para tutor berpengalaman yang siap membagikan strategi sukses pengerjaan tes secara taktis.
Mulai Perjalanan IELTS-mu dengan ElevaU!
Bingung harus mulai dari mana? Jangan biarkan keraguan menjadi hambatan! ElevaU siap membimbing kamu dalam perjalanan IELTS-mu.
Di kelas persiapan IELTS ElevaU, kamu bisa belajar dengan kurikulum yang fun dengan tutor yang berpengalaman. Enggak cuma itu, kamu juga bisa join kelas yang sesuai dengan kebutuhan kamu.
- Kalau kamu ingin belajar IELTS secara menyeluruh, kamu bisa join di kelas Reguler dan Fast Track, ya!
- Atau kalau mau ikut kelas private? Kamu bisa ikut kelas Exclusive (1-on-1)
- Mau belajar bareng teman-temanmu? Daftar kelas private group general atau private group fast track!
Punya pertanyaan terkait kelas yang cocok untuk kamu? Konsultasikan dengan ElevaU sekarang, gratis!
