Artikel ini membahas berbagai pilihan jurusan yang bisa kamu ambil untuk menjadi guru SD, mulai dari jurusan utama yang paling direkomendasikan hingga jurusan-jurusan linier lainnya. Di akhir, kamu akan menemukan informasi soal kompetensi yang perlu dikuasai, tantangan di lapangan, dan rekomendasi langkah selanjutnya untuk mempersiapkan karier sebagai guru SD profesional.
Kompetensi yang Wajib Dimiliki Guru SD
Sebelum memilih jurusan, penting banget untuk memahami dulu kompetensi apa yang dituntut dari seorang guru SD. Karena guru SD bukan sekadar mengajar satu mata pelajaran, melainkan menjadi guru kelas yang memegang hampir semua mata pelajaran sekaligus.
Berdasarkan regulasi pendidikan di Indonesia, ada empat kompetensi inti yang wajib dikuasai oleh setiap guru, termasuk guru SD.
1. Kompetensi Pedagogik
kemampuan memahami dan mengelola proses pembelajaran. Guru SD perlu menguasai psikologi perkembangan anak usia 6-12 tahun, merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahapan kognitif siswa, serta mampu mengevaluasi hasil belajar secara efektif. Di sinilah pentingnya memahami bahwa anak SD belajar dengan cara yang berbeda dari orang dewasa.
2. Kompetensi profesional
Guru SD harus menguasai materi dari berbagai mata pelajaran tematik seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan PPKn di tingkat dasar. Ini yang membuat jurusan seperti PGSD sangat relevan karena kurikulumnya memang dirancang untuk meliput semua bidang ini. Kalau kamu ingin tahu lebih jauh soal persiapan akademik yang matang untuk melanjutkan karir ke jenjang lebih tinggi, bisa baca perjalanan inspiratif seperti salah satu siswa ElevaU yang berhasil meraih beasiswa LPDP karena kompetensinya dalam karir.
3. Kompetensi kepribadian
Guru SD berurusan langsung dengan anak-anak yang sedang dalam fase pembentukan karakter, sehingga integritas, kesabaran, dan kemampuan menjadi role model menjadi sangat krusial.
4. Kompetensi sosial
Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, baik dengan siswa, orang tua, rekan guru, maupun masyarakat. Guru SD sering kali menjadi jembatan antara keluarga dan sekolah, terutama di jenjang awal pendidikan anak.
Selain empat kompetensi tersebut, di era sekarang guru SD juga semakin dituntut untuk melek teknologi pembelajaran dan mampu mengadaptasi kurikulum modern seperti Kurikulum Merdeka yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.
Jurusan yang Relevan untuk Menjadi Guru SD
Sekarang masuk ke bagian yang paling banyak dicari: jurusan apa saja yang bisa mengantarkan kamu ke profesi guru SD?
1. PGSD – Pilihan Utama dan Paling Tepat
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) adalah pilihan paling utama dan paling tepat jika kamu memang sudah yakin ingin menjadi guru SD. Kurikulum PGSD dirancang khusus untuk membekali mahasiswanya dengan semua kebutuhan mengajar di tingkat dasar. Di sini, kamu akan mempelajari Pembelajaran Matematika SD, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PPKn, Pendidikan Seni, hingga Pendidikan Jasmani. Bahkan beberapa kampus sudah memasukkan kurikulum modern seperti pendekatan Montessori sebagai bekal mengajar yang lebih kreatif dan berpusat pada anak.
Keunggulan utama PGSD adalah fokusnya yang spesifik. Kamu tidak perlu khawatir “nyasar” ke materi yang tidak relevan, karena hampir semua mata kuliah dirancang untuk mempersiapkanmu menghadapi tantangan nyata di kelas SD.
2. PGMI – Setara PGSD untuk Madrasah Ibtidaiyah
Buat kamu yang tertarik mengajar di madrasah, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) adalah padanan PGSD yang setara. Jenjang pendidikannya sama, kompetensinya juga sangat mirip, hanya saja konteks dan lingkungannya lebih diarahkan ke madrasah ibtidaiyah (MI) yang setingkat dengan SD.
3. Jurusan Linier untuk Jalur PPG
Selain PGSD dan PGMI, ada juga 17 jurusan S1 yang dinyatakan linier untuk Program Profesi Guru (PPG) jenjang SD. Artinya, kalau kamu sudah terlanjur mengambil jurusan lain tapi tetap ingin menjadi guru SD, masih ada jalan melalui PPG, asalkan jurusanmu masuk kategori linier.
Beberapa jurusan yang termasuk linier untuk PPG SD antara lain Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia, Pendidikan IPA atau Sains, Pendidikan IPS, Pendidikan Geografi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, PPKn, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Buddha, dan Pendidikan Guru PAUD dalam kondisi tertentu.
Hal penting yang perlu kamu pahami adalah jalur ini berbeda dengan mengambil PGSD. Lulusan jurusan linier non-PGSD masih bisa menjadi guru SD, tetapi umumnya akan lebih mudah masuk ke posisi guru bidang studi tertentu dibanding menjadi guru kelas. Untuk menjadi guru kelas SD yang memegang semua mata pelajaran, PGSD tetap menjadi kualifikasi terbaik.
Buat kamu yang juga mempertimbangkan jenjang yang lebih tinggi, perlu kamu tahu bahwa untuk menjadi guru SMA, pilihan jurusannya sedikit berbeda karena lebih spesifik ke mata pelajaran tertentu. Informasi lengkapnya bisa kamu temukan di artikel tentang jurusan yang tepat untuk kamu yang bercita-cita mengajar di jenjang SMA.
Prospek dan Kebutuhan Guru SD di Indonesia
Kebutuhan guru SD di Indonesia masih sangat tinggi. Proyeksi kebutuhan tenaga pendidik di tingkat dasar terus menunjukkan tren positif, terutama di daerah-daerah yang kekurangan tenaga pengajar. Ini menjadikan lulusan PGSD sebagai salah satu jurusan dengan prospek kerja yang stabil dan berkelanjutan.
Tidak hanya di sekolah negeri, lulusan PGSD juga banyak dibutuhkan di sekolah swasta, lembaga bimbingan belajar, hingga program pendidikan non-formal. Beberapa bahkan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperluas karir di bidang pendidikan. Kalau kamu penasaran soal persiapan melanjutkan studi ke luar negeri dan persyaratan tes bahasa yang diperlukan, bisa cek informasi tentang skor IELTS yang dibutuhkan untuk berbagai beasiswa dan strategi persiapannya.
Tantangan Mengajar di Tingkat SD
Memilih jurusan yang tepat adalah langkah pertama, tapi ada baiknya kamu juga tahu lebih awal tantangan nyata yang akan dihadapi seorang guru SD. Ini bukan untuk menakut-nakuti, justru sebaliknya agar kamu bisa lebih siap dan tidak kaget saat benar-benar terjun ke lapangan.
1. Mengelola Kelas yang Dinamis
Mengajar anak SD bukan hal yang bisa dianggap remeh. Anak-anak usia 6-12 tahun memiliki energi yang tinggi, rentang perhatian yang pendek, dan cara belajar yang sangat variatif. Dalam satu kelas, kamu bisa menghadapi 30 hingga 40 siswa dengan karakter, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda-beda sekaligus.
Tantangan ini menuntut guru SD untuk tidak hanya menguasai materi, tetapi juga kreatif dalam merancang metode pembelajaran yang menarik dan efektif. Guru yang hanya mengandalkan metode ceramah biasanya akan kesulitan mempertahankan perhatian siswa.
2. Pekerjaan Administrasi yang Tidak Sedikit
Selain mengajar, guru SD juga berhadapan dengan berbagai kewajiban administratif. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), mengisi rapor, melaporkan perkembangan siswa, hingga mengurus berbagai dokumentasi sekolah adalah bagian dari rutinitas yang tidak bisa diabaikan.
Di era Kurikulum Merdeka, fleksibilitas yang diberikan justru menambah tanggung jawab guru karena mereka dituntut untuk lebih banyak berinovasi dalam merancang pembelajaran berbasis projek dan asesmen yang lebih kontekstual.
3. Adaptasi dengan Kondisi Daerah
Bagi guru yang ditugaskan di daerah terpencil atau pelosok, tantangannya berlipat ganda. Keterbatasan fasilitas, akses teknologi yang minim, hingga kondisi sosial-ekonomi siswa yang beragam menjadi realita yang harus dihadapi. Ini yang menjadikan kemampuan adaptasi dan kepekaan sosial sebagai kompetensi yang sangat berharga bagi guru SD.
Beberapa guru SD yang bertugas di daerah justru memanfaatkan kondisi tersebut sebagai dorongan untuk terus belajar dan meningkatkan kualifikasi, termasuk mengambil beasiswa untuk melanjutkan studi. Kalau kamu juga tertarik mengeksplorasi jalur itu, tidak ada salahnya mulai mempertimbangkan kursus IELTS intensif sebagai salah satu persiapan untuk membuka peluang beasiswa.
Siapkan Skor IELTS untuk Raih Beasiswa Impian!
Lagi serius mau daftar beasiswa? Jangan lupa, banyak program beasiswa mewajibkan skor IELTS sebagai syarat utama. Jadi, selain nilai akademik yang oke, kamu juga perlu bukti kemampuan bahasa Inggris yang terukur. Semakin tinggi skor IELTS-mu, semakin besar juga peluang kamu dilirik dan lolos seleksi.
Di ElevaU, Kelas Persiapan IELTS dibuat khusus untuk membantu persiapan studi ke luar negeri, dengan garansi skor IELTS hingga 7.0. Ada beragam pilihan kelas yang bisa disesuaikan sama kebutuhan kamu, loh!
- Kelas Reguler
Buat kamu yang mau belajar step by step dengan jadwal fleksibel dan materi lengkap, mulai dari basic sampai strategi menghadapi ujian. - Kelas Fast Track
Cocok kalau waktumu terbatas dan butuh peningkatan skor dalam waktu lebih singkat lewat pembelajaran yang lebih intensif. - Kelas Exclusive 1-on-1
Belajar privat bareng tutor khusus dengan materi yang disesuaikan target skor dan kelemahan kamu. Lebih personal dan fokus. - Kelas Skill Focused
Kalau kamu merasa cuma perlu boost di satu bagian tertentu, seperti Writing atau Speaking, kelas ini bisa jadi pilihan paling efektif. - IELTS Intensive + AI Companion
Program intensif untuk ngebut semua skill IELTS sekaligus, plus dukungan AI Companion yang bantu tracking progres, evaluasi performa, dan kasih rekomendasi latihan sesuai kebutuhanmu.
Masih bingung pilih yang mana? Konsultasi dulu aja bareng Elmin. Chat admin sekarang untuk konsultasi gratis.
