Artikel ini membahas cara pakai linking words dan cohesive devices, serta mengapa Coherence & Cohesion adalah kriteria yang paling cepat untuk ditingkatkan.
Kesalahan overuse yang bikin tulisan justru terdengar kaku, dan cara melatih variasi tanpa terdengar seperti template.
Dari empat kriteria IELTS Writing, Coherence & Cohesion adalah yang paling sering disalahpahami.
Banyak yang mengira cukup dengan menaruh “Furthermore” di awal setiap paragraf. Padahal examiner justru mendeteksi pola itu sebagai tanda bahwa penulisnya tidak cukup fleksibel dalam menyusun ide.
Coherence & Cohesion adalah kriteria yang paling konkret untuk ditingkatkan.
Tidak seperti Lexical Resource yang butuh waktu panjang membangun kosakata, atau Grammatical Range yang memerlukan pemahaman struktur mendalam, cohesion punya aturan yang bisa dipelajari dan langsung dipraktikkan dalam waktu singkat.
Kenapa Coherence & Cohesion Adalah Kriteria yang Paling Bisa Ditingkatkan Cepat
Examiner menilai Coherence & Cohesion berdasarkan dua hal utama, apakah idemu mengalir secara logis dari satu paragraf ke paragraf lain, dan apakah kamu menggunakan alat penghubung antar kalimat secara tepat dan bervariasi.
Kamu tidak perlu kosakata baru untuk ini. Kamu tidak perlu menghafal 500 kata akademik.
Kamu perlu memahami fungsi dari setiap linking word dan tahu kapan masing-masing dipakai secara natural, bukan sekadar ditempatkan di awal kalimat untuk terlihat “akademis.”
Kategori Linking Words dan Kapan Memakainya
Linking words terbagi dalam empat fungsi utama. Memahami fungsinya terlebih dahulu sebelum menghafal kata-katanya jauh lebih efektif karena kamu bisa memilih berdasarkan makna yang ingin disampaikan, bukan sekadar variasi.
Addition
Linking words dalam kategori ini digunakan ketika kamu ingin menambahkan poin yang mendukung atau melengkapi argumenmu.
| Linking Word | Penggunaan | Contoh dalam Kalimat IELTS |
| Furthermore | Formal, awal kalimat | Furthermore, the expansion of public transport has reduced urban congestion significantly. |
| In addition | Formal, awal kalimat | In addition, governments could invest in renewable energy infrastructure. |
| Moreover | Formal, menekankan poin lebih kuat | Moreover, studies show that remote work has increased productivity by an average of 13%. |
| Besides | Semi-formal, lebih natural | Besides reducing costs, this policy could also improve employee wellbeing. |
| Not only… but also | Efektif untuk menekankan dua poin | Not only does this approach reduce pollution, but it also creates thousands of new jobs. |
Contrast
Kategori ini sangat penting di Discussion Essay karena kamu perlu menyajikan dua sudut pandang yang berbeda.
| Linking Word | Penggunaan | Contoh dalam Kalimat IELTS |
| However | Paling umum, awal kalimat | However, critics argue that this policy may disadvantage lower-income households. |
| Nevertheless | Lebih kuat dari “however”, kontras yang diakui | The economic benefits are undeniable. Nevertheless, the social costs cannot be ignored. |
| On the other hand | Membandingkan dua sisi secara eksplisit | On the other hand, traditional classroom learning fosters face-to-face interaction. |
| While / Although | Di dalam kalimat, bukan di awal | While technology offers convenience, it also creates new forms of social isolation. |
| In contrast | Kontras yang lebih tajam | In contrast, rural communities often lack access to these digital resources. |
Cause-Effect
Kategori ini sangat berguna untuk membangun argumen yang logis karena menunjukkan bahwa kamu tidak hanya menyebut fakta tapi juga menjelaskan dampaknya.
| Linking Word | Penggunaan | Contoh dalam Kalimat IELTS |
| As a result | Akibat dari kondisi sebelumnya | As a result, many young professionals are choosing to delay homeownership. |
| Consequently | Formal, akibat yang signifikan | Consequently, governments must implement stricter environmental regulations. |
| Therefore | Kesimpulan logis dari argumen | Therefore, investing in early childhood education yields greater long-term returns. |
| This leads to | Menghubungkan sebab langsung ke akibat | Increased screen time leads to reduced attention spans in younger generations. |
| Due to | Menyebutkan penyebab | Due to rapid urbanisation, many cities are struggling with housing shortages. |
Sequence
Kategori ini paling berguna di Task 1 untuk mendeskripsikan proses atau di Task 2 untuk menyusun argumen yang berurutan.
| Linking Word | Penggunaan | Contoh dalam Kalimat IELTS |
| First / Firstly | Poin pertama | Firstly, schools should integrate digital literacy into their core curriculum. |
| Subsequently | Setelah sesuatu terjadi | The water is heated to 100°C and subsequently converted into steam. |
| Finally / Lastly | Poin terakhir | Finally, community engagement programmes can help bridge the digital divide. |
| At this stage | Untuk proses atau narasi | At this stage, the recycled materials are sorted by type and weight. |
Kesalahan Overuse yang Membuat Tulisan Terdengar Kaku
Kesalahan terbesar yang dilakukan peserta bukan pada pilihan linking words-nya, tapi pada frekuensi penggunaannya. Menempatkan linking words di setiap awal kalimat justru membuat tulisan terasa seperti checklist, bukan argumen yang mengalir natural.
Ini contoh yang sering ditemukan di esai band 6 :
“Technology has many benefits. Furthermore, it helps communication. Moreover, it saves time. In addition, it provides entertainment. However, there are drawbacks. Nevertheless, the benefits outweigh the costs.”
Setiap kalimat dimulai dengan linking word. Tidak ada kalimat yang berdiri sendiri secara natural. Efeknya justru membuat essay terdengar seperti template hafalan, bukan tulisan yang genuine.
Versi yang lebih natural dan natural :
“Technology has fundamentally transformed the way people communicate and manage their time. Social media platforms allow friends and families to stay connected across continents, while productivity tools have significantly reduced the administrative burden on businesses. There are legitimate concerns about over-reliance on digital devices, particularly among younger generations. However, these challenges are addressable through digital literacy education rather than restriction.”
Tulisanmu Sudah Logis, tapi Examinernnya Masih Kasih 6? Coba ElevaU
Skor Coherence & Cohesion yang stagnan biasanya bukan soal kurangnya linking words, tapi soal penggunaannya yang belum natural. Perbedaan itu sulit dideteksi sendiri karena kamu terlalu dekat dengan tulisanmu sendiri.
ElevaU punya program Exclusive 1-on-1 Grammar for IELTS yang dirancang persis untuk kamu yang sudah paham konsepnya tapi masih butuh mata kedua untuk melihat di mana persisnya tulisan terasa kaku.
Sesi 1-on-1 berarti tutormu fokus sepenuhnya pada polamu, bukan pola kelas. Setiap sesi ada koreksi spesifik tentang cohesion, structure, dan word choice yang bisa langsung diterapkan di esai berikutnya.
Cek detail programnya di elevau.id semua-program atau tanya langsung ke tim ElevaU lewat WhatsApp.

