IELTS Listening

Kenapa Susah Paham Aksen Australia/Selandia Baru di IELTS Listening? Ini Solusinya

Daftar Isi

Artikel ini membahas kenapa susah paham aksen Australia di IELTS Listening berikut dengan solusinya.

Tidak hanya aksen Australia, Selandia Baru juga menjadi tantangan bagi penutur Indonesia.

Baca sampai akhir ya, untuk tahu ciri khas pelafalan yang membedakannya dari aksen lain.

Ketika speaker tiba-tiba berbicara dengan aksen Australia yang kental di Section 4, sebagian peserta langsung kehilangan jejak.

Kemungkinan besar ini disebabkan oleh telinganya belum pernah cukup terpapar aksen tersebut sebelumnya.

Ini masalah yang sangat umum dan sangat bisa diatasi, kalau tahu dari mana memulainya.

 

Kenapa Aksen Australia dan Selandia Baru Itu Sulit?

Survei terhadap kandidat IELTS dari berbagai negara Asia menunjukkan bahwa aksen Australia dan Selandia Baru secara konsisten dilaporkan sebagai yang paling sulit dipahami, bahkan oleh peserta yang sudah cukup fasih dalam bahasa Inggris sehari-hari. 

Ada dua alasan utama yang membuat aksen ini terasa asing di telinga penutur Indonesia.

  1. Pertama, eksposur yang tidak merata. Sebagian besar konten bahasa Inggris yang dikonsumsi orang Indonesia berasal dari media Amerika dan Inggris. Netflix, YouTube, film Hollywood, dan BBC mendominasi diet listening sehari-hari. Aksen Australia dan Selandia Baru jarang muncul, sehingga ketika muncul di ujian, otak membutuhkan lebih banyak energi untuk memprosesnya.
  2. Kedua, karakteristik fonetiknya yang genuinely berbeda. Aksen Australia dan Selandia Baru memiliki sistem vokal yang bergeser signifikan dari aksen British atau American yang lebih familiar. Ini soal cara vokal itu dibunyikan secara fisik.

 

Ciri Khas Aksen Australia dan Selandia Baru

Memahami pola spesifik yang membuat aksen ini terasa asing membantu telingamu lebih cepat beradaptasi.

 

Vowel shifting pada aksen Australia

Aksen Australia terkenal dengan vowel shifting, pergeseran bunyi vokal yang membuat kata-kata familiar terdengar berbeda. Kata “day” berbunyi lebih seperti “die”. 

Kata “mate” terdengar seperti “mite”. Kata “face” terdengar seperti “fice”. Ini pola yang sangat konsisten di seluruh aksen Australia dan menjadi sumber kebingungan utama bagi pendengar yang tidak terbiasa.

Selain itu, aksen Australia cenderung mempersingkat kata. “Afternoon” menjadi “arvo”, “university” menjadi “uni”, “breakfast” menjadi “brekkie”.

 Meski singkatan informal ini jarang muncul di IELTS yang lebih formal, pola mempersingkat kata ini tetap mempengaruhi cara mereka melafalkan kata-kata akademik dalam konteks ujian.

 

Rising intonation yang membingungkan

Salah satu ciri aksen Australia yang paling membingungkan adalah rising intonation pada pernyataan, bukan hanya pada pertanyaan. 

Penutur Australia sering mengakhiri kalimat deklaratif dengan nada naik, yang membuat pendengar dari luar Australia mengira mereka sedang bertanya, bukan menyatakan fakta. Kalau salah menginterpretasikan intonasi ini, kamu bisa kehilangan konteks keseluruhan percakapan.

 

Vowel shifts khas Selandia Baru

Aksen Selandia Baru punya pergeseran vokal yang berbeda dari Australia. Yang paling terkenal adalah pergeseran vokal “i” yang berbunyi lebih seperti “u”.

Kata “fish and chips” yang diucapkan penutur Selandia Baru kerap terdengar seperti “fush and chups.” Pola ini konsisten di seluruh kata yang mengandung vokal pendek “i”.

Pembeda utama antara aksen Australia dan Selandia Baru ialah aksen Australia terdengar lebih “terbuka” dengan vokal yang dipanjangkan, sementara aksen Selandia Baru terdengar lebih “tertutup” dengan vokal yang dipersingkat ke arah bunyi berbeda.

 

Podcast, Film, dan Berita Berbahasa Inggris Aksen Australia Untuk Latihan

Cara paling efektif membiasakan telinga bukan dengan mendengarkan rekaman IELTS saja, tapi dengan memperluas paparan ke konten autentik sehari-hari dari negara-negara tersebut.

Untuk aksen Australia, sumber yang paling direkomendasikan adalah ABC News Australia di abc.net.au/news/audio yang menyediakan berita harian dalam format audio yang natural dan tidak diperlambat. 

ABC Radio National juga menyediakan podcast tentang berbagai topik akademik yang sangat relevan dengan konten Section 4 IELTS. 

Untuk format yang lebih santai, Hamish & Andy adalah podcast hiburan Australia yang sangat populer dan kaya akan aksen autentik dalam percakapan informal, relevan untuk Section 1 dan 2.

Untuk aksen Selandia Baru, RNZ (Radio New Zealand) di rnz.co.nz menyediakan siaran berita dan dokumenter yang bisa diakses gratis. 

Film-film produksi Selandia Baru seperti “Once Were Warriors” atau “Hunt for the Wilderpeople” juga memberikan eksposur aksen yang sangat autentik dalam berbagai konteks percakapan.

 

Tips Membiasakan Telinga Sebelum Hari Tes di ElevaU

Satu bulan sebelum ujian, masukkan setidaknya 15-20 menit konten audio Australia atau Selandia Baru ke dalam rutinitas harian. 

Tidak perlu selalu fokus, bahkan mendengarkan sambil melakukan aktivitas lain sudah membantu otak membangun familiaritas dengan pola intonasi dan ritme aksen tersebut.

Dua minggu sebelum ujian, mulai latihan aktif dengarkan klip audio 2-3 menit lalu transcribe apa yang kamu dengar, kemudian bandingkan dengan teks aslinya.

Identifikasi kata-kata yang salah kamu dengar dan cari tahu polanya. Apakah konsisten di vokal tertentu? Di kata-kata dengan pola suku kata tertentu?

Seminggu sebelum ujian, kerjakan minimal dua practice test menggunakan rekaman resmi Cambridge yang mengandung aksen Australia atau Selandia Baru dalam kondisi ujian yang sesungguhnya: headphone, timer menyala, tanpa henti di tengah.

Membiasakan telinga dengan aksen baru butuh latihan terarah, bukan sekadar banyak mendengarkan. 

Di ElevaU, program Private Group Specific Skills untuk Listening dirancang untuk melatih persepsi aksen secara sistematis, dengan fokus pada tipe soal dan aksen yang paling sering muncul di ujian IELTS Academic. 

Tersedia juga IELTS Intensive + AI Companion untuk kamu yang ingin tracking perkembangan listening-mu secara terukur setiap sesi. Cek semua programnya di ElevaU.id atau konsultasi gratis lewat WhatsApp.

CTA banner kursus IELTS persiapan beasiswa

Rekomendasi

Related Program