gambar tulisan IELTS SCORE

Tips Sukses Meraih Skor Tinggi di Tes IELTS

Daftar Isi

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan panduan lengkap: mulai dari penentuan target skor, arti dari band score, strategi spesifik untuk tiap section, hingga kebiasaan harian yang terbukti membantu meningkatkan performa.

Kenapa Score Tinggi di IELTS Penting untuk Keperluan Akademis dan Profesional?


Sertifikat IELTS (International English Language Testing System) adalah titik penting bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, melamar pekerjaan, atau sedang mengincar beasiswa untuk kuliah di luar negeri.

Baik kamu seorang mahasiswa yang menargetkan untuk ikut program exchange student, seorang fresh graduate yang ingin apply LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), atau seorang scholarship hunter yang bersiap untuk daftar ke kampus top dunia; skor IELTS yang tinggi bisa menjadi pembeda utama dalam proses seleksi.

Namun, banyak peserta tes IELTS yang merasa kesulitan bukan karena kemampuan Bahasa Inggris yang kurang baik, tapi karena tidak memiliki strategi yang tepat dalam mempersiapkan diri sebelum mengikuti tes.

Oleh karena itu, memahami cara belajar IELTS secara sistematis dan memiliki strategi menghadapi tes IELTS yang realistis adalah kunci utama untuk sukses mengambil sertifikasi IELTS dengan score band yang tinggi.


Yuk, kita mulai langkah persiapan IELTS kamu dengan benar!

 

1. Tentukan Target Skor yang Jelas

Langkah pertama yang sering dilewatkan oleh banyak calon peserta IELTS adalah tidak memiliki target skor yang spesifik. Padahal, mengetahui skor yang ingin dicapai akan sangat membantu dalam merancang strategi belajar yang tepat sasaran.

Kenapa Target Skor Penting?

IELTS bukan perihal sekadar “lulus atau tidak lulus”, melainkan mengukur level kemampuan Bahasa Inggris secara rinci dari band 1.0 hingga 9.0. Misalnya:

  • Universitas luar negeri umumnya mensyaratkan band 6.5 – 7.5, tergantung program studinya.
  • Beasiswa seperti LPDP, Chevening, dan Fulbright sering kali meminta skor minimum 6.5 atau bahkan 7.0.
  • Visa kerja atau migrasi ke negara seperti Australia atau UK juga memiliki ketentuan band score tertentu.

Dengan mengetahui skor minimum yang dibutuhkan, kamu bisa memutuskan:

  • Apakah kamu butuh kursus intensif atau cukup belajar mandiri?
  • Berapa lama waktu persiapan yang realistis?
  • Bagian mana yang harus lebih difokuskan (misalnya Writing atau Speaking)?

Langkah Menentukan Target:

  1. Cek syarat skor IELTS dari kampus/beasiswa/instansi tujuanmu.
  2. Lakukan simulasi atau pre-test untuk mengetahui baseline skill kamu sekarang.
  3. Tentukan rentang target skor utama, misalnya:
    • Saat ini: Band 6.0
    • Target: Band 7.0 dalam 3 bulan ke depan
  4. Buat rencana belajar berdasarkan gap antara skor sekarang dan target.

Contoh Studi Kasus:

Misalnya, kamu ingin mendaftar S2 ke University of Melbourne, dan program yang kamu incar mensyaratkan IELTS overall 7.0 dengan minimal 6.5 di tiap section. Maka, kamu tidak bisa hanya fokus ke Listening atau Reading saja. Di sinilah strategi belajar terarah jadi sangat penting.

Dengan target yang jelas, kamu tidak hanya belajar lebih efektif, tapi juga bisa mengukur progres dengan objektif. Ini adalah fondasi awal yang akan membuat perjalanan persiapan IELTS kamu lebih terstruktur dan terarah.

Jika kamu sudah menentukan target skor, maka langkah selanjutnya adalah memahami arti dari band score tersebut—yang akan dibahas di poin berikutnya.

 

2. Memahami Arti Band Score 6, 7, 8+

IELTS menggunakan sistem penilaian band score dari 1.0 (Non User) hingga 9.0 (Expert User), dengan kelipatan 0.5. Masing-masing band mencerminkan tingkat kemahiran bahasa Inggris peserta secara keseluruhan, maupun pada setiap komponen: Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Tabel Ringkasan Band Score

Band Deskripsi Kemampuan Relevansi Akademik
6.0 Competent User: Cukup efektif, tetapi masih sering membuat kesalahan. Umumnya diterima untuk diploma, pathway, atau kampus non-English speaking.
6.5 Between Competent & Good: Cukup lancar, tapi butuh peningkatan grammar dan coherence. Minimal untuk sebagian besar beasiswa dan universitas internasional.
7.0 Good User: Bahasa lancar, kesalahan hanya minor. Standar umum untuk S2 luar negeri & beasiswa kompetitif (LPDP, Chevening, dll).
8.0 Very Good User: Sangat lancar, nyaris seperti native. Dianggap sangat baik, terutama untuk bidang akademik & profesional.
9.0 Expert User: Kemampuan nyaris sempurna. Jarang dibutuhkan kecuali untuk kebutuhan profesional tinggi.

Kenapa Score Band IELTS itu Penting?

Memahami arti dibalik band score akan membantumu dalam:

  • Membuat ekspektasi yang realistis dalam proses belajar, seperti menentukan fokus belajar dan menyusun timeline-nya.
  • Kamu juga bisa tahu Fokus mana yang diambil untuk memperbaiki kelemahan di section tertentu (misalnya jika Reading-mu sudah ada di score 7.5, tapi pada section Writing masih 6.0, maka kamu bisa memperbanyak pelatihan writing-mu)
  • Menentukan timeline belajar dengan metode belajar yang tepat sesuai kebutuhan.

Contoh Skor Kombinasi:

Misalnya, kamu mendapatkan:

  • Listening: 7.5
  • Reading: 7.0
  • Writing: 6.5
  • Speaking: 6.5
    Maka overall band score-nya adalah 7.0. Namun, jika beasiswa atau universitas mensyaratkan “minimum 7.0 di tiap komponen”, maka kamu perlu retake dan memperbaiki Writing & Speaking.

Tips:

  • Prioritaskan komponen terlemah berdasarkan target skor yang kamu butuhkan.
  • Jangan hanya kejar nilai tinggi di Listening & Reading saja, tapi mengabaikan Writing atau Speaking karena semua aspek adalah penting.

Dengan memahami arti dari setiap band score, kamu akan lebih siap secara mental dan strategi dalam menghadapi tes. Langkah selanjutnya adalah mengetahui strategi khusus di tiap section agar kamu bisa mencapai band yang kamu targetkan dengan lebih terarah.

 

3. Strategi Tiap Section:

a. Listening

  • Melatih telinga untuk mengenali berbagai aksen. Meskipun IELTS tidak memiliki preferensi aksen tertentu, namun dengan rutin berlatih mendengarkan podcast dan berita berbahasa Inggris dalam berbagai aksen dapat membantu kamu terbiasa dengan aksen yang berbeda.
  • Baca direction & highlight keyword sebelum rekaman dimulai. Ini berisikan instruksi untuk mengetahui konteks dan kata kunci.
  • Tandai keyword seperti nama tempat, tanggal, angka, dan kata benda penting.
  • Hindari menebak berlebihan, biasanya jawabannya disampaikan langsung, tapi bisa teralihkan dengan adanya “distractor”.
  • Durasi: 40 menit + 10 menit transfer jawaban di kertas. Ingat, audio hanya diputar satu kali, tanpa jeda.

    Tools recommendation: BBC Learning English, IELTS Listening tests (Cambridge), YouTube Channel: AcademicEnglishHelp.

b. Reading

  • Baca pertanyaan dulu, baru baca teks: Lebih menghemat waktu dan membuatmu lebih fokus.
  • Gunakan teknik skim-and-scan: teknik skimming berguna untuk mencari ide utama, baca soal dulu, kemudian gunakan teknik scanning untuk mencari jawaban efisien tanpa membaca seluruh teks .
  • Fokus pada jenis soal sulit seperti True/False/Not Given, Matching headings, dan Summary completion, dengan latihan khusus.
  • Gunakan parafrase skill dikarenakan soal sering menggunakan sinonim atau kalimat yang diputar. Parafrase adalah keterampilan untuk mengungkapkan kembali suatu ide atau informasi dengan kata-katamu sendiri, namun tetap mempertahankan makna aslinya.
  • Susun Time management: alokasikan sekitar 20 menit per teks. Jika stuck, lanjutkan dulu dan kembali nanti.
  • Durasi: 60 menit, 3 teks, 40 soal (tidak ada tambahan waktu untuk transfer jawaban)

c. Writing

  • Ikuti strategi struktur baku:
    • Strategi Task 1: struktur yang digunakan introduction–overview–detail.
      Berpusatlah pada tren utama, perbandingan, dan data spesifik.
      Hindari mendeskripsikan semua data satu per satu, tapi fokus pada mencari insight!

Durasi: Task 1 (150 kata, 20 menit) – menjelaskan data/grafik/surat

 

  • Strategi Task 2: struktur yang digunakan Introduction → 2–3 paragraf isi → Conclusion.
    Pahami jenis soal: argumentatif, problem-solution, opinion, dll.
    Tulislah paragraf menggunakan teknik Parafrase dengan bahasa kamu sendiri.
    Sertakan linking words seperti “Moreover”, “However”, “As a result”, dll.
    Latih menulis dalam waktu terbatas, dan minta feedback dari tutor, forum dan juga AI).

Durasi: Task 2 (250 kata, 40 menit) – esai opini/argumen

Pro Tip: Kualitas ide lebih penting daripada banyaknya kata. Jaga grammar & coherence.

 

d. Speaking

  • Be Natural, Penuh Percaya Diri, dan sampaikan secara terstruktur
  • Jangan menghafal jawaban, tapi berikan jawaban secara alami agar terdengar spontan. Ucapkan secara jelas dan berikan penjelasan yang cukup panjang
  • Gunakan struktur saat menjawab: Statement → Reason → Example → (Optional) Opinion
  • Gunakan variasi pada grammar & vocabulary, sehingga perlu untuk menguasai grammar yang tepat dan memperbanyak vocabulary.
  • Gunakan filler phrases untuk memberi waktu berpikir. Contoh:
    “Well, I’ve never thought about it, but I guess…” atau “That’s a good question. Let me see…”
  • Pause sebentar & tersenyum untuk menguasai diri dan mengembalikan rasa percaya diri.
  • Melatih kejelasan pengucapan (pronunciation), bukan terfokus pada aksen. Intonasi dan kejelasan lebih penting daripada “sounds like a British“.
  • Simulasikan sesi speaking dengan rekam suara sendiri atau berlatih dengan teman.

Tips: Jangan takut salah grammar kecil selama ide kamu jelas dan lancar. Fokus pada komunikasi, bukan perfeksi.

 

 

 

4. Kebiasaan Harian untuk Meningkatkan Skor

Belajar IELTS bukan hanya soal mengerjakan latihan soal, tapi tentang membentuk kebiasaan berbahasa Inggris yang konsisten setiap hari. Dengan waktu yang terbatas, membangun kebiasaan kecil namun terfokus bisa memberikan dampak besar terhadap peningkatan skor IELTS kamu.

Bangun rutinitas kecil namun konsisten yang mencakup lima skill:

Rekomendasi Rutinitas Harian (±1–1,5 jam)

Skill Kegiatan Harian Durasi
Listening Dengarkan podcast/YouTube beraksen British atau Australian. Gunakan transkrip untuk shadowing. 15–20 menit
Reading Baca artikel dari The Guardian, BBC, atau Scientific American. Tandai vocabulary dan kalimat kompleks. 20 menit
Writing Tulis 1 task essay (Task 1 atau Task 2). Gunakan timer. Coba analisis tulisan sendiri atau minta feedback. 20–30 menit
Speaking Latihan monolog 1–2 menit tentang topik acak. Rekam dan evaluasi. 15 menit
Grammar & Vocab Pelajari 5–10 kosa kata akademik per hari. Gunakan dalam kalimat. 10 menit

 

Intervensi AI juga bisa digunakan untuk latihan writing/speaking, namun alangkah baiknya jika tetap mendapat bimbingan dari  tutor agar lebih terarah.

 

Summary

  • Mulai dari target skor yang ingin dicapai.
  • Pahami arti band untuk melihat kekurangan yang perlu ditingkatkan.
  • Gunakan per section strategy di atas yang sudah terbukti dan realistis.
  • Terapkan kebiasaan harian berkelanjutan.Konsistensi jauh lebih baik daripada intensitas. Daripada belajar 5 jam sehari hanya seminggu sekali, jauh lebih efektif latihan 1 jam setiap hari.

 

Mulai Persiapkan Diri untuk Menempuh Ujian IELTS bersama ElevaU

Dengan metode belajar pendekatan yang sistematis, actionable, dan realistis—kamu tak hanya siap menempuh tes, tapi juga meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris untuk keperluan akademik atau profesional.

Jika kamu butuh untuk meningkatkan skor dan tertarik untuk belajar dibawah bimbingan seorang tutor berpengalaman; maka kamu bisa mengikuti kelas persiapan IELTS di ElevaU yang memiliki materi lengkap, simulasi tes, feedback personal, dan dukungan hingga kamu selesai lulus tes.

Hubungi Admin ElevaU untuk informasi selengkapnya!

Rekomendasi

Related Program