seorang lulusan jurusan supply chain management yang bekerja di bidang tersebut

Kenalan dengan Jurusan Supply Chain Management dan Prospek Globalnya

Daftar Isi

Artikel ini membahas jurusan supply chain management, mulai dari apa yang dipelajari hingga prospek pekerjaan dan daftar universitasnya.

Elfriends, rupanya, ada jurusan bernama supply chain management (SCM). Jurusan ini berfokus pada pada proses produksi dan penyimpanan bahan mentah hingga menjadi barang jadi, loh.

Di sini, Elmin akan membahas peluang kerja, hal yang dipelajari, hingga daftar universitasnya.

Kalau kamu tertarik, simak artikelnya hingga tuntas, ya!

 

3 Alasan Jurusan Ini Semakin Dibutuhkan di Dunia Global

1. Kemajuan Teknologi dan Industri

Seperti yang kita bisa lihat, perkembangan teknologi dan industri kian pesat. Nah, hal ini berpengaruh pada rantai pasok global (global supply chain) yang makin kompleks, Elfriends. 

Saat ini, SCM tidak lagi hanya mengurus gudang dan transportasi, tetapi juga mengintegrasikan AI, big data, dan otomasi untuk memprediksi permintaan pasar.

Untuk itu, lulusan SCM diharapkan dapat mengelola sistem tersebut dengan baik.

 

2. Tingginya Daya Saing Perusahaan

Kemajuan teknologi juga memunculkan berbagai tantangan baru, seperti e-commerce dan layanan pengiriman cepat. Di era ini, rantai pasok menjadi perhatian utama dari sebuah perusahaan.

Hal ini terjadi karena perusahaan tidak hanya bersaing harga, tetapi juga kecepatan dan efisiensi pengiriman. Nah, lulusan SCM bertindak untuk memotong biaya operasional, mempercepat waktu pengiriman, dan merancang jaringan logistik yang membuat perusahaan unggul di pasar.

 

3. Kurangnya Tenaga Profesional pada Bidang SCM

Meskipun permintaan pasar global terus meningkat, jumlah tenaga profesional SCM dengan kualifikasi global masih sangat terbatas, loh! 

Kekurangan ini menciptakan peluang karier yang sangat besar. Lulusan SCM yang memiliki latar belakang yang relevan dengan kebutuhan industri memiliki prospek kerja yang lebih luas!

 

Apa Saja yang Akan Kamu Pelajari di SCM dan Peluang Kerjanya?

Kurikulum SCM

Di jurusan supply chain management, kamu akan mempelajari beberapa 4 bidang studi utama, loh! Untuk informasi selengkapnya, simak daftar di bawah ini.

 

Bidang Studi Fokus Utama Pembelajaran 
Logistik & Transportasi (Logistic and Transportation) Perencanaan dan pengelolaan pengiriman barang, seperti sistem transportasi dan pergudangan (warehousing)
Sistem Informasi SCM (SCM Information System) Penggunaan teknologi, seperti AI, big data, blockchain untuk memprediksi permintaan pasar serta mengelola stok barang.
Optimisasi Rantai Pasok (Supply Chain Optimization) Mengidentifikasi inefisiensi, memotong biaya, dan mengurangi waktu tunggu.
Manajemen Operasi (Operation Management) Menjamin produksi dan kualitas di pabrik atau industri berjalan dengan baik.

 

Peluang Kerja di SCM

Nah, lulusan jurusan supply chain management memiliki peluang kerja yang luas, loh! Di sini, Elmin akan membahas 4 pekerjaannya, termasuk dengan rata-rata gajinya.

 

Pekerjaan  Gaji (Indonesia) per bulan Gaji (AS) per bulan
Purchasing Agent Rp6 juta $4.637 (sekitar Rp77 juta)
Logistic Analyst Rp5 juta $5.588 (sekitar Rp92 juta)
Operations Manager Rp7,5-10,5 juta $5.694 (sekitar Rp94 juta)
Supply Chain Analyst Rp9-12 juta $5.408 (sekitar Rp89 juta)

 

7 Universitas dengan Jurusan SCM Terbaik

Di sini, Elmin sudah merangkum 7 universitas dengan jurusan SCM terbaik di dunia, lengkap dengan penjelasannya.

1. ESSEC Business School, Maroko

Ranking Dunia: #1 (QS WUR 2026 by Subject, SCM) 

Biaya Kuliah: MAD 160.000 (Rp287 juta) per tahun

Beasiswa yang Tersedia: Beasiswa Internal ESSEC

Program yang Tersedia: Pascasarjana (Master in International Business & Supply Chain Management (IBSCM))

ESSEC Business School memang terkenal dengan jurusan bisnis dan manajemennya, termasuk supply chain management. Walaupun berbasis di Prancis, jurusan SCM ESSEC ditawarkan di kampus Maroko. Di sini, kamu akan mempelajari logistik dan perdagangan internasional, operasi bisnis global, hingga strategi rantai pasok internasional. 

 

2. WU Vienna University of Economics and Business, Austria

Ranking Dunia: #2 (QS WUR 2026 by Subject, SCM)

Biaya Kuliah: € 726.72 (Rp13,9 juta) per semester

Beasiswa yang Tersedia: Merit-based scholarship

Program yang Tersedia: Pascasarjana (MSc in Supply Chain Management)

Kampus ini memiliki program SCM terbaik di dunia, loh! Di sini, kamu bakal mempelajari analisis rantai pasok, operasi rantai pasok, hingga strategi dan transformasi digital. Ada juga kelas pilihan yang disesuaikan dengan minatmu. Biayanya juga terbilang sangat terjangkau, loh!

 

3. University of Michigan (Ross), Amerika Serikat

Ranking Dunia: #1 (QS WUR 2026 by Subject, SCM)

Biaya Kuliah: $64.913 (sekitar Rp1,1 miliar) per tahun

Beasiswa yang Tersedia: LPDP, Financial Aid

Program yang Tersedia: Sarjana dan Pascasarjana (Operations & Supply Chain Management, Master of Supply Chain Management (MSCM), PhD in Technology and Operations)

UMich Ross juga merupakan salah satu sekolah supply chain management terbaik di dunia, Elfriends. Program ini tidak hanya menawarkan materi mengenai supply chain saja, tetapi juga latihan kepemimpinan dan pelatihan karier, loh! Nah, kamu juga bisa mengambil berbagai kelas pilihan, mulai dari manajemen big data hingga manajemen proyek.

 

4. University of Southern California (Marshall) Amerika Serikat

Ranking Dunia: #5 (QS WUR 2026 by Subject, SCM)

Biaya Kuliah: $59,750 (sekitar Rp992,8 juta) per tahun

Beasiswa yang Tersedia: LPDP, Financial Aid

Program yang Tersedia: Sarjana dan Pascasarjana (B.S. in Business Administration, SCM Concentration, M.S. in Global Supply Chain Management)

USC Marshall menyediakan dua program pembelajaran, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswanya. Program tersebut adalah residential program, yakni berkuliah langsung di USC, LA dan online program, yang cocok untuk para profesional. Di kampus ini, kamu akan mempelajari manajemen rantai pasok, komunikasi manajemen, dan lainnya. Tidak hanya itu, ada program magang di bidang data sciences dan operasi, loh!

 

5. University of Washington (Foster), Amerika Serikat

Ranking Dunia: #9 (QS WUR 2026 by Subject, SCM)

Biaya Kuliah: $44.706-$53.144 (sekitar Rp742,7-Rp882,5 juta) per tahun

Beasiswa yang Tersedia: LPDP, Financial Aid

Program yang Tersedia: Sarjana dan Pascasarjana (B.A. in Business Administration, Operations & SCM Major, Master of Supply Chain Management (MSCM))

UWash Foster juga dikenal unggul dalam bidang SCM, loh! Di sini, kamu akan mempelajari berbagai keterampilan, seperti statistika dan probabilitas, negosiasi, rantai pasok global dan logistik, dan lainnya. Foster memang menawarkan banyak kelas yang berkaitan erat dengan sistem informasi untuk manajemen, Elfriends.

 

6. Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat

Ranking Dunia: #123 (QS WUR 2026)

Biaya Kuliah: $34.572-$41.764 (sekitar Rp574,7-Rp694,3 juta) per tahun

Beasiswa yang Tersedia: LPDP, Financial Aid

Program yang Tersedia: Sarjana dan Pascasarjana (BS Business Administration – Operations and Supply Chain Management; BS Industrial Engineering – Supply Chain Engineering; MBA – Operations and Supply Chain Management) 

Sebagai kampus teknik, Georgia Tech lebih memfokuskan materinya pada ilmu teknik dan sistem informasi. Ada berbagai praktikum dan proyek yang dilakukan untuk menunjang keterampilan para mahasiswanya. 

Nah, kampus ini memang cocok untuk kamu yang ingin belajar supply chain management dengan pendekatan teknik, ya! 

 

7. Alliance Manchester Business School, Inggris

Ranking Dunia: #6 (QS WUR 2026 by Subject, SCM)

Biaya Kuliah:  £30,500 (Rp667 juta) per tahun

Beasiswa yang Tersedia: LPDP, Chevening

Program yang Tersedia: Pascasarjana (MSc Operations, Project and Supply Chain Management)

Nah, kampus yang berada di Inggris ini juga memiliki program supply chain management yang unggul, Elfriends. Program ini menawarkan berbagai mata kuliah, seperti manajemen operasi hingga marketing analytics dan business to business marketing. Selain itu, ada pelatihan kerja bagi para mahasiswanya, loh! 

Menarik, kan?

 

Syarat Masuk Jurusan Supply Chain Management

Agar kamu makin siap saat mendaftar jurusan SCM di kampus terbaik, kamu harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini.

1. Kemampuan Kuantitatif yang Kuat

Materi di SCM melibatkan ilmu matematika, seperti ilmu statistik, kalkulus, dan algoritma. Alhasil, kamu perlu mempunyai kemampuan kuantitatif yang kuat, Elfriends.

 

2. Latar Belakang Studi yang Relevan

Meskipun tidak ada persyaratan khusus mengenai jurusan S1, umumnya bidang teknik industri dan mesin, ekonomi, dan manajemen bisnis lebih disukai, Elfriends. Pasalnya, kamu akan mempelajari hal terkait dengan manajemen industri terkait logistik, pergudangan, atau purchasing. Hal ini penting supaya kamu tidak bingung saat mempelajari SCM.

 

3. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (IELTS/TOEFL)

Untuk mendaftar kampus luar negeri, kamu wajib mempersiapkan nilai kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS. Nah, banyak kampus yang mensyaratkan nilai IELTS Academic minimal 6.5 bahkan 7.0, loh!

Jangan khawatir, kamu bisa mencapai skor itu dengan belajar di kelas persiapan IELTS oleh ElevaU!

 

Wujudkan Mimpi Kuliah SCM Bersama ElevaU!

Elfriends, berkuliah di SCM membutuhkan sertifikat bahasa Inggris, seperti IELTS. Kalau kamu belum pernah belajar IELTS, ElevaU siap membantu kamu, loh!

Nah, kamu bisa mengikuti kelas IELTS Regular Skill Class General. Kelas ini akan mempelajari semua subtes IELTS. 

Di sini, kamu akan dibimbing oleh tutor yang handal dengan pre-test dan simulasi IELTS yang bakal membantu skill kamu naik level. Selain itu, ada garansi skor 7.0, loh!

Mau tanya-tanya soal kelasnya? Hubungi ElevaU, sekarang!

Rekomendasi

Related Program