ilustrasi orang sedang berdiskusi untuk parafrase kalimat.

Cara Parafrase Jawaban IELTS yang Benar, Bukan Sekadar Ganti Sinonim!

Daftar Isi

Artikel ini membahas cara parafrase yang benar untuk IELTS, mulai dari kesalahan yang paling sering dilakukan peserta Indonesia, hingga kapan kamu harus parafrase dan kapan justru sebaiknya membiarkan kata tetap sama.

Parafrase adalah salah satu skill yang paling sering disalahpahami dalam persiapan IELTS. 

Banyak peserta tahu bahwa parafrase itu penting, tapi eksekusinya masih sebatas mengganti kata dengan sinonim. Padahal, pendekatan itu bukan hanya tidak efektif, tapi dalam beberapa konteks justru bisa menurunkan skor.

Kesalahan Parafrase yang Paling Sering Dilakukan 

Kesalahan pertama 

Mengganti kata satu per satu dengan sinonim tanpa mempertimbangkan konteks kalimat. Misalnya, kata “increase” diganti “rise”, “important” diganti “crucial”, tapi struktur kalimatnya tidak berubah sama sekali. Examiner langsung bisa mengenali ini sebagai parafrase dangkal yang tidak menunjukkan penguasaan bahasa yang sesungguhnya.

 

Kesalahan kedua 

Memparafrase kata yang seharusnya tidak diparafrase. Istilah teknis, nama tempat, nama orang, dan kata ilmiah seperti “photosynthesis” atau “carbon dioxide” tidak perlu dan tidak boleh diparafrase. Kalau kamu mengganti kata-kata ini dengan sinonim yang dipaksakan, jawabanmu justru akan terlihat tidak natural dan berpotensi dinilai salah.

 

Kesalahan ketiga 

Memparafrase tanpa mengubah struktur kalimat. Parafrase yang baik tidak hanya mengganti kosakata, tapi juga mengubah cara informasi disusun. Dari kalimat aktif ke pasif, dari noun phrase ke verb phrase, atau dari klausa utama ke klausa relatif.

 

Teknik Parafrase yang Digunakan Kandidat Band 7+

Ada empat teknik yang secara konsisten digunakan oleh kandidat dengan skor tinggi.

1. Mengubah Struktur Kalimat

Kalimat aktif bisa diubah menjadi pasif, atau sebaliknya.

Paragraf asli: “Scientists discovered that air pollution in major cities has increased significantly over the past decade. Researchers also found that vehicle emissions contribute to 70% of the total pollution levels recorded.”

Hasil parafrase: “It was discovered that air pollution in major cities has risen considerably over the last ten years. It was also found that 70% of recorded pollution levels are contributed by vehicle emissions.”

 

2. Ubah Kelas Kata

Mengubah kata benda menjadi kata kerja, atau kata sifat menjadi kata benda, adalah teknik yang natural dan sering digunakan penutur asli.

Paragraf asli: “The rapid growth of the tourism industry has led to the destruction of coastal ecosystems. The overdevelopment of beach areas has caused the disappearance of many local species.”

Hasil parafrase: “As the tourism industry grows rapidly, coastal ecosystems have been destroyed. Because beach areas are overdeveloped, many local species have disappeared.”

 

3. Gunakan Ekspresi yang Berbeda Maknanya Setara

Pilih ekspresi pengganti yang paling natural di konteks kalimatnya, bukan yang terdengar paling formal.

Paragraf asli: “Due to the fact that remote work has become more common, many companies have reduced their office space. In spite of the fact that some employees prefer working from home, others struggle with isolation and lack of motivation.”

Hasil parafrase: “Since remote work has become more widespread, many companies have downsized their offices. Although some employees enjoy working from home, others find it difficult because of isolation and low motivation.”

 

4. Gabungkan Kalimat atau Pecah Satu Kalimat Menjadi Dua

Ini teknik yang lebih advanced tapi sangat efektif karena menunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami isi teks, bukan sekadar menyalinnya dengan kata berbeda.

Paragraf asli (4 kalimat pendek): “Plastic waste is a major problem. It pollutes oceans. Marine animals are harmed. Many species are now endangered as a result.”

Hasil parafrase (digabung jadi 2 kalimat): “Plastic waste has become a serious environmental concern, as it continues to contaminate the world’s oceans. The consequences for marine life have been severe, pushing numerous species toward extinction.”

 

Kapan Harus Parafrase dan Kapan Harus Biarkan Kata Tetap Sama?

Parafrase tidak harus dilakukan pada semua kata. Ada beberapa kondisi di mana mempertahankan kata asli justru lebih tepat.

Kata-kata yang TIDAK perlu diparafrase:

  • Istilah teknis dan ilmiah. Kata seperti photosynthesis, carbon dioxide, GDP, atau inflation rate tidak punya padanan yang benar-benar setara. Kalau kamu memaksakan sinonim di sini, maknanya bisa bergeser dan jawabanmu justru terkesan tidak akurat.
  • Nama orang dan tempat. Barack Obama, Amazon Rainforest, the Mediterranean Sea ditulis apa adanya. Tidak ada versi parafrase yang masuk akal untuk nama proper.
  • Angka dan data statistik. 73%, 2.4 million, $500 billion tidak boleh diubah dalam bentuk apapun. Data adalah data.
  • Kata kunci bermakna spesifik. Beberapa kata punya makna yang sangat spesifik dan tidak bisa diganti sembarangan. Kalau kamu tidak 100% yakin sinonimnya setara, biarkan kata aslinya.

 

Kapan parafrase justru WAJIB dilakukan:

  • Kalimat pembuka Writing Task 2. Menyalin prompt soal secara langsung adalah kesalahan yang paling mudah dikenali examiner. Kalimat pertama esaimu harus menyampaikan ulang pertanyaan soal dengan bahasamu sendiri.
  • Kalimat topik di setiap paragraf body. Kalau kalimat topikmu terlalu mirip dengan thesis statement, esaimu terkesan jalan di tempat. Parafrase di bagian ini menunjukkan bahwa kamu bisa mengembangkan ide dengan cara yang segar.
  • Soal Summary Completion dan Short Answer Questions di Reading. Kedua tipe soal ini memang sengaja ditulis dengan bahasa berbeda dari teks aslinya. Kemampuan kamu mengenali bahwa kata inhabitants di soal merujuk ke residents di teks adalah kemampuan yang sedang diuji.
  • Deskripsi data di Writing Task 1. Alih-alih menyalin angka dan label langsung dari grafik, tulis ulang cara kamu mendeskripsikannya. Ini yang membedakan jawaban band 6 dengan band 7 ke atas.

 

Mau Jago Parafrase Bahasa Inggris? Yuk Mulai Bareng ElevaU!

Memahami tekniknya adalah langkah pertama. Tapi kemampuan parafrase yang sesungguhnya hanya terbentuk kalau kamu sering berlatih dengan contoh soal nyata dan mendapat feedback langsung, bukan sekadar membaca penjelasannya.

Di ElevaU, kamu bisa berlatih parafrase secara terstruktur dalam program IELTS Preparation Class yang mencakup semua skill, termasuk Writing dan Reading. Setiap sesi dirancang supaya kamu tidak hanya tahu teorinya, tapi benar-benar bisa mengaplikasikannya di bawah tekanan waktu ujian.

Belum yakin program mana yang paling cocok? Konsultasi gratis dulu bareng tim ElevaU, ceritakan target skormu, dan kami bantu carikan jalur belajar yang paling efisien untukmu.

 

Rekomendasi

Related Program