Artikel ini membahas perbedaan applied science dan pure science secara lengkap, mulai dari definisi, materi yang dipelajari, hingga prospek di dunia industri. Di akhir, kamu akan mendapat gambaran jelas jurusan mana yang paling cocok dengan tujuanmu, plus rekomendasi langkah konkret kalau kamu berencana kuliah ke luar negeri.
Jujur deh, kamu masuk sains karena emang mau atau karena disuruh? Soalnya banyak banget yang baru nyadar salah jurusan setelah semester dua, tiga, bahkan lebih. Yang masuk fisika murni ternyata pengennya kerja di industri tech. Yang masuk teknik eh sebenernya lebih suka riset. Nah sebelum kamu nyesel belakangan, yuk pahami dulu bedanya applied science dan pure science di sini.
Apa Itu Applied Science?
Applied science, atau ilmu terapan, adalah cabang sains yang fokusnya langsung pada pemecahan masalah nyata di kehidupan sehari-hari. Kalau pure science bertanya “bagaimana cara kerja alam semesta?”, applied science bertanya “bagaimana kita bisa memanfaatkan pengetahuan itu untuk membuat sesuatu yang berguna?”
Sederhananya, applied science mengambil teori-teori yang sudah ada dan menggunakannya untuk menciptakan teknologi, produk, atau solusi praktis. Seorang insinyur sipil yang merancang jembatan, seorang dokter yang mendiagnosis penyakit, atau seorang apoteker yang meramu obat, semua itu adalah contoh nyata applied science bekerja di lapangan.
Yang menarik dari jalur ini, kamu akan sangat dekat dengan dunia industri sejak awal kuliah. Banyak program applied science sudah dirancang dengan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan kerja, sehingga lulusannya cepat terserap di lapangan.
Apa Saja yang Dipelajari dalam Applied Science?
Kalau kamu masuk ke ranah applied science, kamu akan belajar bagaimana menerapkan prinsip-prinsip ilmiah ke dalam konteks yang konkret dan terukur. Beberapa bidang yang masuk kategori ini antara lain:
1. Teknik Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak
Kamu belajar membangun sistem, aplikasi, dan infrastruktur digital. Jurusan data science juga masuk ke sini, karena fokusnya adalah mengolah data nyata untuk menghasilkan keputusan bisnis yang tepat.
2. Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Applied science yang paling familiar. Kamu belajar anatomi, fisiologi, farmakologi, dan cara menggunakannya langsung pada pasien. Buat yang tertarik di bidang ini, memilih universitas kedokteran terbaik di dunia sejak awal tentu jadi pertimbangan penting.
3. Teknik Sipil dan Arsitektur
Buat kamu yang ingin jadi arsitek, jurusan yang tepat adalah Teknik Arsitektur, yang masuk dalam rumpun applied science karena menggabungkan ilmu fisika bangunan, matematika terapan, dan estetika desain ke dalam karya nyata berupa gedung dan infrastruktur.
4. Farmasi
Mempelajari cara meramu, menguji, dan mengembangkan obat-obatan berdasarkan prinsip kimia dan biologi yang sudah terbukti secara ilmiah.
5. Ilmu Pangan
Fokus pada pengolahan, keamanan, dan pengembangan produk makanan dengan mengaplikasikan prinsip kimia, biologi, dan teknik ke industri pangan.
6. Sport Science
Mengaplikasikan biologi dan fisiologi untuk meningkatkan performa atlet dan menjaga kesehatan manusia. Kalau penasaran lebih jauh, kamu bisa baca tentang apa saja yang dipelajari di jurusan sport science.
Apa Itu Pure Science?
Pure science, atau ilmu murni, adalah sains dalam bentuknya yang paling mendasar. Di sini, pertanyaan utamanya bukan “untuk apa ini berguna?”, melainkan “kenapa ini bisa terjadi?” dan “bagaimana mekanismenya?”
Ilmuwan di bidang pure science bergerak dari rasa ingin tahu intelektual yang murni. Mereka meneliti fenomena alam, membangun teori, menguji hipotesis, dan menerbitkan temuan ilmiah, sering kali tanpa tahu apakah hasilnya akan punya aplikasi praktis dalam waktu dekat atau tidak.
Dan justru di situlah letak kehebatannya. Banyak teknologi yang kita gunakan hari ini, mulai dari GPS, MRI, hingga laser, lahir dari penelitian pure science yang awalnya “tidak terlihat berguna”. Albert Einstein sendiri mengembangkan teori relativitas bukan karena ada permintaan dari industri, tapi murni karena penasaran dengan cara kerja alam semesta.
Apa Saja yang Dipelajari dalam Pure Science?
Di pure science, kamu akan menyelami ilmu-ilmu fundamental yang menjadi fondasi dari semua cabang sains lainnya. Beberapa bidang utamanya antara lain:
1. Fisika Murni
Mempelajari mekanika, termodinamika, fisika kuantum, hingga kosmologi. Bidang ini adalah fondasi dari hampir semua teknologi modern yang kita kenal sekarang.
2. Kimia Murni
Berfokus pada struktur molekul, reaksi kimia, dan sifat-sifat materi di tingkat paling dasar, jauh sebelum diaplikasikan ke farmasi atau industri.
3. Biologi Murni
Membahas sel, genetika, ekologi, dan evolusi. Pemahaman di sini menjadi dasar bagi ilmu kedokteran, pertanian, hingga bioteknologi.
4. Matematika Murni
Mengeksplorasi struktur, pola, dan hubungan logis secara abstrak, tanpa harus mengacu pada aplikasi dunia nyata secara langsung.
5. Astronomi
Mempelajari benda-benda langit, asal-usul alam semesta, dan fenomena kosmik yang terjadi miliaran tahun cahaya dari Bumi.
Ciri khas dari pure science adalah pendekatan belajarnya yang sangat mendalam dan eksploratif. Kamu akan banyak berkutat dengan jurnal ilmiah, metodologi riset, dan eksperimen laboratorium yang hasilnya belum tentu langsung terlihat kegunaannya. Tapi justru itulah yang membuat bidang ini menarik buat orang-orang yang memang haus akan pemahaman mendalam.
Buat yang ingin melanjutkan studi pure science ke luar negeri, persiapan bahasa Inggris jadi hal yang tidak bisa diabaikan. Memahami struktur dan manfaat tes IELTS sejak awal bisa jadi langkah pertama yang bijak sebelum mendaftar ke universitas luar negeri.
Mana yang Lebih Banyak Dicari Industri?
Kalau bicara soal pasar kerja, applied science secara umum punya jalur yang lebih langsung ke industri. Hal ini wajar karena mahasiswa di bidang ini biasanya sudah dilatih untuk menyelesaikan masalah nyata dan menguasai keterampilan teknis yang langsung bisa digunakan di dunia kerja.
1. Bidang dengan permintaan tinggi di industri
Area seperti teknik, kesehatan, farmasi, dan informatika hampir selalu memiliki kebutuhan tenaga kerja yang stabil di banyak negara. Di era 2026, bidang yang beririsan dengan kecerdasan buatan, data, dan bioteknologi bahkan mengalami pertumbuhan permintaan yang sangat pesat.
Sementara itu, pure science tidak kalah penting meskipun jalurnya sering berbeda. Lulusan bidang ini biasanya lebih banyak berkontribusi pada pengembangan pengetahuan baru dan inovasi jangka panjang.
2. Peluang karier di riset dan pengembangan (R&D)
Lulusan pure science banyak dicari di lembaga penelitian, akademia, dan industri yang membutuhkan inovasi mendalam seperti farmasi, energi, dan pertahanan. Gelar master atau doktoral juga sering membuka peluang menuju posisi saintifik senior yang sangat spesialis.
Pada akhirnya, pilihan antara applied science dan pure science bergantung pada tujuan karier yang ingin dicapai.
3. Perbedaan jalur karier yang perlu dipertimbangkan
Applied science biasanya lebih cepat mengarah ke pekerjaan praktis di industri, sementara pure science sering membuka jalur karier yang lebih spesifik dan prestisius di dunia riset. Memahami perbedaan ini bisa membantu kamu menentukan pilihan yang paling sesuai dengan minat dan rencana jangka panjang.
Jika kamu berencana kuliah ke luar negeri di bidang sains, baik applied maupun pure, ada satu persyaratan yang hampir selalu diminta oleh universitas: skor IELTS. Banyak kampus top menetapkan skor minimal yang cukup tinggi, baik untuk pendaftaran kuliah maupun beasiswa.
4. Pentingnya mempersiapkan skor IELTS sejak awal
Persiapan bahasa sering menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan studi ke luar negeri. Pengalaman seperti yang dialami Gatha menunjukkan bahwa persiapan yang matang bisa membuat proses ini jauh lebih lancar.
Perjalanan Gatha sebagai awardee LPDP menunjukkan bahwa persiapan yang serius, termasuk mencapai skor IELTS yang memadai, bisa menjadi langkah penting untuk membuka peluang studi di luar negeri.
Wujudkan Impian Kuliah di Jurusan Terbaik dengan Persiapan IELTS bersama ElevaU!
Melalui program IELTS Preparation Class, ElevaU hadir untuk membantu kamu meraih skor IELTS tinggi agar lolos seleksi universitas bergengsi. ElevaU sangat cocok untuk kamu karena ElevaU merupakan tempat kursus IELTS untuk persiapan beasiswa dan studi ke luar negeri.
Keunggulan Program IELTS Elevau:
- Garansi Skor IELTS 7
- Modul eksklusif dari tutor berpengalaman
- Rekaman kelas untuk belajar ulang kapan saja
- Fokus peningkatan tiap skill: Listening, Reading, Writing, dan Speaking
- Kelas interaktif, dengan pendampingan tutor ahli
- Tutor praktisi IELTS yang sudah berpengalaman
- 3x simulasi IELTS + free pre-test
- Bantuan pendaftaran tes IELTS (kamu tinggal hadir di hari tes)
Masih bingung harus mulai dari mana? Kamu bisa konsultasi GRATIS dengan admin Elevau untuk cari tahu program yang paling sesuai dengan kebutuhan dan target IELTS kamu.

